Selasa, 03 Januari 2012

RI-Timor Leste Galang Kerja Sama Pariwisata

.
Guna mempererat tali persaudaraan, Indonesia dan Timor Leste menggalang kerja sama di bidang budaya dan pasriwisata. Kedua negara juga telah menyiapkan naskah kerja sama di bidang itu yang jika tidak ada halangan akan ditandatangani dua kepala pemerintahan pada 20 Mei 2012. Sebagai langkah awal, Sekjen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wardiyatmo, Sabtu (10/12) di Dili mengadakan pembicaraan khusus dengan Menteri Paiwisata Timor Leste Gil da Costa Alves. Ke Timor Leste, tim misi persahabatan RI-Timor Leste yang dipimpin Wardiyatmo juga membawa tim kesenian dan budaya serta penyanyi Katon Bagaskara. Mereka menghibur rakyat Timor Leste dalam acara Dili Sunset Fair pada Jumat (9/12) malam di Pantai Pasir Putih. Warga Dili menyaksikan penampilan tim kesenian RI itu dengan antusias. Berbicara dengan Alves, Wardiyatmo mengungkapkan RI dan Timor Leste sama-sama mempunyai potensi pariwisata yang kalau dikelola dengan baik bisa mensejahterakan rakyat kedua negara. Selama ini, katanya, kedua negara belum punya ”payung” kerja sama. Oleh sebab itulah, katanya, sebagai langkah awal, "kami membawa tim budaya dan kesenian dalam acara Dili Sunset Fair dan mendapat sambutan luar biasa dari warga Dili." Menurut Wardiyatmo, kesenian, budaya dan pariwisata – juga bahasa – merupakan alat yang paling efektif bagi masyarakat kedua negara untuk mepererat dan memperkuat tali persahabatan. KBRI sendiri, menurut Duta Besar RI untuk Timor Leste Edi Setyobudi, memberikan kesempatan kepada warga Timor Leste untuk berlatih memainkan alat musik tradisional Indonesia, angklung. KBRI juga mendirikan Pusat Budaya Indonesia guna memberikan peluang bagi warga Timor Leste belajar bahasa Indonesia dan belajar tentang budaya Indonesia. Menjawab Media Indonesia, Menteri Pariwisata Timor Leste Gil da Costa Alves menjelaskan, pihaknya ke depan akan menjadikan sejarah (Portugis) sebagai keunggulan wisata Timor Leste. Bahkan wisata sejarah ini, katanya, bisa disinergikan dengan fakta sejarah yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu hadirnya bangsa Portugis di Batavia, Ambon dan Flores. "Kalau kami mau menyaingi Bali jelas tidak mungkin. Apa yang akan kami jual? Jika pantai yang akan kami jual, semua negara punya pantai, bahkan lebih bagus. Yang bisa kami berdayakan adalah wisata sejarah," tegasnya. Menurut Alves, negaranya kini juga sedang membangun infrastruktur untuk menunjang pariwisatanya, sebab jumlah hotel di Timor Leste, khususnya di Dili masih sangat terbatas. Oleh sebab itulah, masih menurut Alves, target kunjungan wisatawan ke Timor Leste tidak muluk-muluk, tahun ini cuma 100.000 orang, sedangkan untuk jangka waktu 10-15 tahun ke depan, rata-rata per tahun bisa mencapai 500.000 wisatawan. Alves dan Wardiyatmo yakin jika kedua negara sama-sama mempunyai ikatan kerja sama di bidang itu, apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, kedua negara bisa saling berbagi
WISATA pesiar akan menjadi trendsetter pariwisata baru di 2012. Banyak rute wisata pelayaran internasional yang baru dibuka, dan Indonesia menjadi bagian dalam pelayaran pesiar internasional tersebut. Salah satu yang membuka jalur pelayarannya ke Indonesia adalah Kapal Seabourn Legend dari perusahaan pesiar Seabourn Cruise Ship asal Jerman. Rute wisata pesiar dimulai dari Singapura menuju pulau-pulau kecil di Indonesia. Kapal Seabourn Legend sendiri dibuat pada 1995 dan pernah masuk dalam film Hollywood yang dibintang Sandra Bullock, "Speed 2". Kapal ini merupakan kapal pesiar mewah yang memiliki tiga jenis kamar, yaitu Ocean-view suite, Balcony-suite, dan Owner's suite. Setiap kapal memiliki fasilitas kolam renang, ruang pertunjukan, butik, kasino, klub, marina, restoran, bar, dan spa. Di rute perjalanan Indonesia, Seabourn Legend memiliki dua jenis perjalanan, perjalanan yang dimulai pukul 20.00 dan perjalanan dimulai pukul 00.00. Pelayaran dimulai dari Singapura menuju Surabaya, kemudian melihat komodo di Pulau Komodo, snorkeling di Pulau Flores, mampir di Timor Leste, diakhiri perjalanan di Lombok dan Bali. Wisata pesiar ini menampilkan keunggulan wisata di Indonesia, seperti Candi Borobudur, pantai-pantai indah di Bali dan Lombok, wisata snorkeling di Flores, dan melihat hewan langka Komodo di Pulau Komodo. Adanya rute pesiar internasional ke Indonesia ini tentunya merupakan sebuah kemajuan yang baik bagi pariwisata Indonesia, seperti sempat dikatakan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar. "Terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2011 cruise calls 178 kapal. Untuk tahun 2012 mencapai 215," katanya. "Dengan data statistik ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai salah satu destinasi kapal pesiar dunia, namun juga akan menjadi tantangan terutama dalam mempersiapkan sarana dan prasarana agar memadai,"